Job Description
Daftar disini
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan gizi masyarakat secara nasional, sebuah institusi pelaksana program bantuan makan bergizi—yang selanjutnya merujuk pada program Menu Bergizi (MBG) atau Sistem Penyediaan Pangan Gizi (SPPG)—membuka kesempatan bagi tenaga profesional yang memiliki latar belakang di bidang gizi, teknologi pangan, dan manajemen produksi makanan. Posisi ini merupakan bagian dari upaya strategis lembaga dalam memastikan bahwa penyediaan makanan di lapangan berjalan dengan memperhatikan standar gizi, keamanan pangan, serta sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) resmi program.
Kemajuan program MBG/SPPG menuntut adanya tenaga ahli yang mampu merancang menu berkualitas, menghitung nilai gizi secara tepat, hingga memastikan proses produksi makanan dilakukan dengan aman, higienis, dan memenuhi kriteria pelayanan publik. Oleh sebab itu, organisasi pelaksana membutuhkan individu yang terampil, analitis, serta berpengalaman dalam perencanaan konsumsi makanan sehat dan terukur.

PROFIL ORGANISASI / LEMBAGA PELAKSANA PROGRAM
Program MBG/SPPG merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan menyediakan akses pangan bergizi bagi kelompok sasaran tertentu—misalnya anak sekolah, masyarakat berkebutuhan khusus, ibu hamil, balita, atau kelompok rentan di wilayah tertentu. Program ini dijalankan untuk mengurangi risiko kekurangan gizi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendorong tumbuh kembang optimal bagi penerima manfaat.
Untuk memastikan keberhasilan program, lembaga pelaksana memegang beberapa prinsip utama:
1. Peningkatan Status Gizi Masyarakat
Fokus utama program ini adalah membantu masyarakat memperoleh asupan gizi seimbang melalui penyediaan makanan yang sesuai kebutuhan energi dan zat gizi makro–mikro. Dengan dukungan tenaga ahli, menu yang disusun akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.
2. Keamanan Pangan yang Terjamin
Sebagai penyedia makanan secara massal, lembaga harus mengikuti standar keamanan pangan sesuai regulasi nasional. Oleh karena itu, tenaga ahli yang direkrut akan memegang peranan dalam memastikan semua proses produksi aman, higienis, dan bebas kontaminasi.
3. Efisiensi dan Akuntabilitas Program
Program MBG/SPPG menuntut tata kelola yang rapi, mulai dari pemilihan bahan baku, penghitungan kebutuhan anggaran, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Semua aspek ini harus terkoordinasi baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Pengembangan Sistem Penyediaan Pangan yang Berkelanjutan
Lembaga pelaksana terus berupaya mengembangkan model penyediaan makanan yang sustainable, memanfaatkan bahan pangan lokal, membangun kerja sama dengan UMKM pangan, serta melibatkan unsur masyarakat dalam produksi maupun distribusi.
Dengan profil lembaga yang mengedepankan profesionalisme dan keberlanjutan program, posisi Tenaga Ahli Perencanaan Menu dan Gizi menjadi sangat krusial demi memastikan tujuan program benar-benar tercapai.
GAMBARAN UMUM POSISI: TENAGA AHLI PERENCANAAN MENU DAN GIZI
Posisi ini merupakan jabatan strategis yang berfungsi sebagai pengendali mutu gizi dan teknis penyusunan menu dalam seluruh kegiatan penyediaan makanan. Tenaga ahli akan bekerja mulai dari tahap perencanaan, penghitungan nilai gizi, konsultasi bahan baku, hingga pengawasan produksi di lapangan.
Selain itu, tenaga ahli juga harus mampu menerapkan Juknis Program MBG/SPPG sebagai acuan utama dalam merancang standar penyajian makanan yang bergizi, aman, dan sesuai pedoman kesehatan nasional.
Posisi ini ideal bagi seseorang yang memahami nutrisi makanan secara ilmiah, mampu mengembangkan menu harian, serta memiliki ketelitian dalam mengawasi proses produksi dan distribusi makanan.
URAIAN TUGAS (JOB DESK) SECARA DETAIL
Agar penyediaan makanan dalam program MBG/SPPG berjalan optimal, tenaga ahli akan menjalankan sejumlah tugas penting sebagai berikut:
1. Perencanaan Menu Harian, Mingguan, dan Bulanan
Tenaga ahli bertanggung jawab menyusun menu makanan berdasarkan kebutuhan gizi kelompok sasaran. Tugas ini mencakup:
-
Menyusun menu seimbang sesuai usia dan kebutuhan energi.
-
Menyesuaikan menu dengan rekomendasi pedoman gizi seimbang (PGS).
-
Menghindari penggunaan bahan pangan yang tidak sesuai standar kesehatan.
-
Melakukan rotasi menu agar tidak terjadi kebosanan.
2. Menghitung Nilai Gizi Setiap Menu
Setiap makanan harus memiliki komposisi gizi yang sesuai standar. Tenaga ahli akan:
-
Menghitung kandungan energi (kcal), protein, karbohidrat, lemak, serta zat gizi mikro.
-
Menggunakan perangkat analisis gizi atau tabel komposisi pangan Indonesia (TKPI).
-
Memastikan menu memenuhi kebutuhan minimal harian program.
3. Menentukan Takaran dan Porsi Penyajian
Perhitungan takaran ini penting agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan porsi.
Tugas meliputi:
-
Mengatur gramasi bahan baku.
-
Menghitung porsi standar per individu.
-
Menyusun standar resep (standardized recipe).
-
Memastikan porsi seragam untuk semua penerima manfaat.
4. Memilih dan Menentukan Kualitas Bahan Baku
Tenaga ahli harus memberikan rekomendasi terkait:
-
Kriteria bahan baku berkualitas (kesegaran, kebersihan, dan keamanan).
-
Alternatif pengganti bahan baku jika terjadi kelangkaan.
-
Bahan pangan lokal yang dapat diberdayakan untuk program.
-
Evaluasi pemasok bahan baku agar sesuai standar.
5. Mengawasi Proses Pengolahan dan Produksi Makanan
Wajib memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai pedoman keamanan pangan:
-
Metode pembersihan bahan pangan yang benar.
-
Teknik memasak yang mempertahankan kandungan gizi.
-
Prosedur sanitasi dapur dan peralatan.
-
Ketepatan suhu penyimpanan, pemasakan, dan distribusi.
6. Melakukan Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan
Aspek keamanan pangan harus dijalankan tanpa kompromi.
Tenaga ahli berperan dalam:
-
Menerapkan prinsip HACCP atau standar keamanan pangan setara.
-
Mengawasi kualitas makanan sebelum dibagikan.
-
Menghindari risiko kontaminasi fisik, kimia, maupun mikrobiologis.
7. Menyiapkan Dokumen Teknis dan Administratif
Tugas administrasi mencakup:
-
Penyusunan SOP produksi makanan.
-
Pembuatan daftar belanja bahan baku mingguan/bulanan.
-
Dokumentasi laporan monitoring gizi dan menu.
-
Penyusunan rekomendasi perbaikan menu.
8. Melakukan Koordinasi dan Supervisi Lapangan
Tenaga ahli harus siap turun langsung ke lokasi produksi makanan untuk:
-
Mengawasi kebersihan dapur dan proses kerja.
-
Melakukan pelatihan bagi juru masak atau petugas katering.
-
Memberikan masukan untuk meningkatkan efektivitas produksi.
9. Evaluasi Berkala Menu dan Dampaknya terhadap Penerima Manfaat
Tanggung jawab ini meliputi:
-
Menilai tingkat penerimaan makanan oleh penerima manfaat.
-
Mengidentifikasi kebutuhan modifikasi menu.
-
Menyusun rekomendasi penyesuaian gizi berdasarkan hasil monitoring.
10. Memastikan Kepatuhan terhadap Juknis MBG/SPPG
Tenaga ahli wajib memahami seluruh ketentuan dalam Juknis, seperti:
-
Standar komposisi gizi.
-
Ketentuan penyusunan menu harian.
-
Prosedur dokumentasi dan audit internal.
-
Pedoman penilaian keamanan pangan.
KUALIFIKASI YANG DIBUTUHKAN
Untuk menduduki posisi ini, kandidat ideal diharapkan memenuhi kualifikasi berikut:
Kualifikasi Pendidikan
-
Minimal lulusan D3 Gizi, S1 Ilmu Gizi, Teknologi Pangan, Kesehatan Masyarakat bidang Gizi, atau bidang terkait.
-
Memahami prinsip dasar gizi dan kebutuhan nutrisi kelompok sasaran.
Kualifikasi Pengalaman
-
Pengalaman di bidang perencanaan menu, industri katering, dapur besar, atau program gizi masyarakat.
-
Pernah bekerja pada proyek layanan konsumsi massal menjadi nilai tambah.
Kompetensi Teknis
-
Menguasai analisis kandungan gizi makanan.
-
Mampu menyusun menu variatif yang sesuai standar PGS.
-
Memahami konsep keamanan pangan (HACCP, hygiene sanitasi, dsb).
-
Terampil menggunakan alat analisis gizi manual maupun digital.
Kemampuan Soft Skill
-
Teliti dan detail-oriented.
-
Mampu bekerja dalam tim maupun mandiri.
-
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
-
Siap bekerja berdasarkan target dan tenggat waktu.