Lowongan Kerja di Kemenkes Ada Beberapa Posisi Fresh Graduate Welcome

27/02/2026
Rp5000000 - Rp9000000 / month

Job Description

Daftar disini :
https://s.kemkes.go.id/PenerimaanPengelolaHibahCDCAnalisSurveilans2026

 


LOWONGAN KERJA TAHUN 2026

DIREKTORAT JENDERAL PENANGGULANGAN PENYAKIT

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Pendahuluan

Dalam rangka memperkuat sistem kesehatan nasional dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit menular serta kejadian luar biasa (KLB), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuka kesempatan bagi tenaga profesional untuk bergabung dalam program kerja strategis di lingkungan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit. Rekrutmen ini dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan program pengelolaan hibah kerja sama internasional, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan sistem surveilans kewaspadaan dini penyakit dan penguatan kapasitas respons kesehatan masyarakat.

Pengumuman rekrutmen ini merujuk pada surat resmi bernomor KU.01.03/C.I/612/2026 tentang Penerimaan Tenaga Kerja Pengelola Hibah US-CDC dan Analis Data Surveilans Kewaspadaan Dini Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah Indonesia dengan mitra global dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pemanfaatan dukungan hibah internasional, termasuk kerja sama dengan US Centers for Disease Control and Prevention.


PROFIL INSTANSI (PENEKANAN KHUSUS)

Peran Strategis Kementerian Kesehatan

Sebagai institusi pemerintah yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan urusan kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memiliki peran yang sangat vital dalam merumuskan kebijakan, regulasi, serta implementasi program kesehatan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Kementerian ini tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai pengarah kebijakan strategis nasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk pandemi, wabah penyakit menular, dan ancaman kesehatan lintas batas negara.

Melalui berbagai direktorat jenderal di bawah naungannya, Kementerian Kesehatan mengembangkan berbagai program inovatif untuk memperkuat sistem deteksi dini penyakit, peningkatan kapasitas epidemiologi, pengelolaan data kesehatan berbasis bukti, serta penguatan kolaborasi internasional dalam bidang kesehatan masyarakat.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit

Salah satu unit kerja strategis yang memiliki peran sentral adalah Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit. Unit ini bertugas merancang, mengoordinasikan, serta mengawasi berbagai program penanggulangan penyakit menular dan penyakit berpotensi wabah di seluruh wilayah Indonesia. Peran direktorat ini mencakup pengembangan sistem surveilans epidemiologi, penguatan respons cepat terhadap KLB, serta pelaksanaan program kerja sama internasional yang mendukung pengendalian penyakit secara efektif dan berkelanjutan.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit berkomitmen membangun sistem kewaspadaan dini yang tangguh melalui pemanfaatan teknologi analisis data modern, peningkatan kualitas tenaga surveilans, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Dengan meningkatnya kompleksitas ancaman penyakit di era globalisasi, kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berorientasi data menjadi semakin krusial.

Kerja Sama Hibah Internasional

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Kesehatan secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi internasional untuk memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pengelolaan hibah yang berfokus pada penguatan surveilans penyakit dan peningkatan kemampuan analisis data kesehatan.

Program hibah ini bertujuan:

  • Meningkatkan kualitas deteksi dini terhadap potensi wabah
  • Memperkuat sistem pelaporan dan analisis epidemiologi
  • Mengembangkan dashboard data kesehatan berbasis teknologi
  • Mendorong pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making)

Melalui rekrutmen ini, Kementerian Kesehatan berupaya menghadirkan tenaga profesional yang mampu mengelola program hibah dengan baik sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sistem surveilans nasional yang lebih responsif, akurat, dan terintegrasi.


FORMASI YANG DIBUTUHKAN

Dalam rekrutmen tahun 2026 ini, tersedia dua formasi strategis yang akan ditempatkan di lingkungan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, yaitu:

  1. Monitoring and Evaluation Officer (1 orang)
  2. Analis Data Surveilans Kewaspadaan Dini (1 orang)

Kedua posisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung implementasi program hibah internasional serta peningkatan sistem kewaspadaan dini penyakit di Indonesia.


1. MONITORING AND EVALUATION OFFICER (1 ORANG)

Deskripsi Umum Posisi

Monitoring and Evaluation Officer bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh program hibah internasional berjalan sesuai dengan rencana, target, serta regulasi yang berlaku. Posisi ini berperan dalam melakukan pemantauan, evaluasi kinerja program, serta penyusunan laporan berkala sebagai bahan pengambilan keputusan strategis di tingkat pimpinan.

Tanggung Jawab Utama

Beberapa tanggung jawab utama dari posisi ini meliputi:

  • Melakukan pemantauan rutin terhadap pelaksanaan program hibah
  • Menyusun indikator kinerja program secara sistematis
  • Melakukan evaluasi capaian output dan outcome kegiatan
  • Mengidentifikasi kendala pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi perbaikan
  • Menyusun laporan monitoring dan evaluasi secara berkala
  • Berkoordinasi dengan tim lintas sektor dan mitra internasional
  • Mendukung penyusunan laporan kemajuan program hibah sesuai standar donor

Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman

Untuk melamar posisi Monitoring and Evaluation Officer, pelamar harus memenuhi kualifikasi berikut:

  • Minimal lulusan Sarjana (S1) di bidang kesehatan atau bidang terkait
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun dalam monitoring dan evaluasi program hibah atau program kesehatan masyarakat
  • Memahami konsep logical framework, indikator kinerja, serta metode evaluasi program

Kompetensi Tambahan yang Diutamakan

Selain persyaratan utama, pelamar diharapkan memiliki kemampuan tambahan sebagai berikut:

  • Kemampuan berbahasa Inggris aktif, baik lisan maupun tulisan
  • Menguasai penggunaan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint secara profesional
  • Memahami regulasi pelaksanaan kerja sama hibah internasional
  • Memiliki kemampuan analisis yang kuat serta detail-oriented
  • Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim multidisiplin

2. ANALIS DATA SURVEILANS KEWASPADAAN DINI (1 ORANG)

Deskripsi Umum Posisi

Posisi ini ditujukan bagi tenaga profesional yang memiliki keahlian dalam analisis data epidemiologi dan surveilans kesehatan. Peran utama analis data adalah mengolah, menganalisis, serta menyajikan data kewaspadaan dini penyakit guna mendukung deteksi potensi kejadian luar biasa (KLB) dan wabah.

Tanggung Jawab Utama

Tugas utama analis data meliputi:

  • Mengumpulkan dan memvalidasi data surveilans penyakit
  • Melakukan analisis statistik terhadap tren penyakit menular
  • Mengembangkan dashboard pemantauan kewaspadaan dini
  • Menyusun laporan analisis data untuk pimpinan dan pemangku kebijakan
  • Menyajikan data dalam bentuk visualisasi yang informatif
  • Mendukung perumusan rekomendasi kebijakan berbasis data

Kualifikasi Pendidikan

Pelamar wajib memiliki latar belakang pendidikan:

  • Minimal Sarjana (S1) Kesehatan Masyarakat
  • Diutamakan memiliki peminatan Epidemiologi atau Biostatistik

Kompetensi Teknis yang Dibutuhkan

Untuk menunjang tugas sebagai analis data surveilans, pelamar harus memiliki kemampuan:

  • Mengoperasikan Microsoft Excel, Word, dan PowerPoint dengan baik
  • Menguasai minimal satu perangkat lunak analisis data seperti R, Tableau, atau BlueDot
  • Mampu membuat executive summary berbasis data
  • Terampil menyusun dashboard sederhana yang mudah dipahami pemangku kepentingan
  • Terbiasa mempresentasikan hasil analisis data dalam forum pimpinan atau lintas sektor

PERSYARATAN UMUM PELAMAR

Selain memenuhi kualifikasi khusus sesuai formasi yang dilamar, seluruh pelamar wajib memenuhi persyaratan umum berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki integritas tinggi dan mampu bekerja sama dalam tim
  • Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan instansi pemerintah maupun swasta
  • Berkelakuan baik serta tidak pernah terlibat kasus hukum
  • Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan resmi

Persyaratan ini bertujuan memastikan bahwa kandidat yang terpilih memiliki profesionalitas, komitmen, serta kesiapan untuk bekerja dalam lingkungan kerja pemerintahan yang dinamis dan penuh tanggung jawab.


DOKUMEN ADMINISTRASI YANG WAJIB DISIAPKAN

Pelamar diwajibkan menyiapkan berkas administrasi secara lengkap dan sesuai ketentuan. Dokumen yang harus disiapkan meliputi:

  1. Surat lamaran kerja yang ditulis tangan di atas kertas bermeterai Rp10.000, mencantumkan alamat korespondensi dan nomor telepon aktif
  2. Curriculum Vitae (CV) terbaru
  3. Scan ijazah asli sesuai kualifikasi pendidikan
  4. Scan transkrip nilai asli
  5. Fotokopi SKCK yang masih berlaku (diserahkan saat wawancara)
  6. Scan KTP
  7. Scan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan pemerintah
  8. Pasfoto berwarna ukuran 3×4 terbaru
  9. Surat pengalaman kerja (jika ada)
  10. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) yang masih berlaku
  11. Surat keterangan bebas narkoba bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi akhir

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada mekanisme pengiriman dokumen susulan. Oleh karena itu, kelengkapan dan keabsahan berkas menjadi tanggung jawab penuh pelamar. Kandidat yang tidak melengkapi dokumen sesuai ketentuan akan langsung dinyatakan gugur pada tahap administrasi.


TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

Proses seleksi dilaksanakan secara bertahap untuk menjamin transparansi dan objektivitas dalam penilaian calon tenaga kerja. Berikut jadwal sementara tahapan seleksi:

  • 26–27 Februari 2026: Pengumuman rekrutmen
  • 2–3 Maret 2026: Seleksi administrasi
  • 6 Maret 2026: Pengumuman hasil seleksi administrasi
  • 9–12 Maret 2026: Tahap wawancara
  • 16 Maret 2026: Pengumuman akhir hasil seleksi

Perlu diperhatikan bahwa jadwal tersebut bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan organisasi. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui laman resmi Kementerian Kesehatan.


 

Location

Photos